My Photo

Categories

June 2006

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30  

June 08, 2006

Mbokne ....aku kedinginan...

malam hari setelah gempa....
hujan deras mengguyur desa sanden..
gelap gulita tanpa lampu...
hanya lilin yang selalu mati setiap angin menerpa....

"Mbokne....aku kademen.."
terdengar rintihan anak kecil pada ibunya...
rekat badannya dilekatkan ke dada ibunya...

beralaskan tikar basah..
beratapkan payung ......
mereka menerjang hujan deras tengah malam..
bersama 300 warga desa lainnya...

"sabar yo nduk....Allah ora sare..."

kata ibunya dengan sedih bercampur pasrah...

9juni2006
0857
KesedihanMendalamuntukDamardanrekan2nya

April 04, 2006

Musibah = Alhamdullilah

gw  : aloowww..met pagi....
x : eh..met pagi juga...gimana kabarnya ??? (cengengesan...)
gw : lha...lo gimana sih bukannya mestinya gw yang nanya gitu....???!W%^#
x : eh iya ya..seharusnya lo yang nanya ya..hehehhe
gw : udah baekan...gimana kemonya ?
x : waduh Mukjijat banget...gw ngga apa apa....
gw ; waduh ..gantian gw dong sekarang...lagi flu nih
x : wah ..Alhamdullilah dong..masih dikasih penyakit..
gw : gile lo ..sakit Alhamdullilah...
x : loh..(dengan nada serius)...mestinya memang Alhamdullilah dong...dikasih Allah jalan untuk bersabar, belajar menerima dan iklas dikasih penyakit...kalau sehat belum tentu begitu khan ??
gw : diem...cengo....bengong.....(sambil mikir..yang salah gw apa dia ya ????)

another lesson from the phone !!!

March 22, 2006

Selamat Berjuang Sahabat...

Halo Ita,

hidup kadang memang membingungkan ...
disatu sisi Ia merasa kangen untuk bertemu denganNYa..
disisi lain...Ia menawarkan kita hal-hal semu yang menarik kita dariNya...

Ita,
memang kadang kita harus bekerja keras untuk meyakinkan diri kita bahwa
Dialah satu-satunya tujuan hidup kita...
hanya kitanya yang terlalu absurd memandang hidup yang ada...

Mungkin karena mata kita kurang merenung...
atau mungkin hati kita yang kuncinya kadang memang kurang pas..

Halo Ita,
Hidup adalah anugrah terbesar dariNya...
bersemayam di tubuh kita...
tanpa sadar mata kita buta melihat hidup..
seakan-akan hidup itu milik kita..

Tetapi hidup adalah sesuatu untuk dinikmati sekaligus dijaga...

jangan lupa Ita,

Hidup juga sebuah ujian...
apakah kita bisa jaga atau
kita pegang erat-erat..

Ita,
jangan kau pegang hidup
jangan kau tangisi hidup
jangan kau sembuyikan hidup

Saat hidup ingin pulang ke ArsyNya.

Ita,
selamat berjuang...
jangan lupa..

hidup terlalu berharga untuk ditangisi...
maka..
senyumlah...

February 14, 2006

While you cried....

While you cried....

don't ever think to talk...
don't ever think to think...

just cry...

January 31, 2006

Hope is a Thing With Feathers

Kiriman dari seorang sahabat
======

Hope is a Thing With Feathers
by Emily  Dickinson

Hope is a thing with feathers
That perches in the soul
And sings a tune without words
And never stops at all.

And sweetest, in the gale, is heard
And sore must be the storm
That could abash the little bird
That keeps so many warm.

I’ve heard it in the chilliest land
And on the strangest sea
Yet, never, in extremity
It ask a crumb of me.

January 29, 2006

Ketika Cinta Masih Menunggu

Dear Cinta,

apa kabar malam ini.
sudahkah kamu tidur..
maaf aku tak dapat menemani..
kau tau kenapa aku tak dapat menemanimu..

aku sudah titip kepada sahabat-sahabatku..
bulan dan bintang untuk menemanimu...
dan gunung untuk mendekapmu..

Dear Cinta,

apa kabar denganmu...
semoga kabar baik selalu menyertaimu...
lupakan hari ini ...
lenyapkan hari lalu...
biarkan hari esok menyongsongmu...

Dear Cinta,

Lama tak berjumpa,
harapku kau masih mau menemuiku...
meski itu bersama cinta yang lain...


January 22, 2006

Memandang Hidup dengan Hati

Dirumahku ada sebatang pohon belimbing wuluh yang tumbuh besar.
Usia Pohon ini sama dengan usia rumah yang kami tempati saat ini

Setiap pagi pohon ini selalu kulewati.
Tanpa ada sapa ataupun kasih sayang...

Aku pergi sekolah maupun pulang...
Aku pergi bermain maupun berteduh dibawahnya...
Tak sadar kalau pohon ini ada melindungiku...

Meski tanpa sapa atau kasih sayang pohon ini selalu berbuah banyak...
belimbing wuluh ini selalu memberikan miliknya untuk orang lain tanpa protes...

Tak kurang-kurang tetanggaku memungut buahnya untuk obat darah tinggi..
dan juga kanker....

Wahai pohon wuluhku yang baik hati...
maafkan aku jika selama ini meniadakan mu....

terimakasih atas semuanya....

Kisah tentang Keikhlasan dan Kepasrahan

Pagi-pagi sudah baca kisah sedih yang mengharukan. Sebuah kepasrahan dan totalitas keikhlasan hati saat apa yang kita rasa miliki diambil dari sisi kita dan itu adalah anak kita.

====

TENTANG ALIF

Alif berumur 8 tahun 9 bln ketika meninggal, kelas 3 Michael Jordan di
 SD Lazuardi-Cinere. Alif mempunyai daya tahan tubuh yang bagus (tinggi 137 cm dengan berat 41.5kg), sehingga waktu awal desember'05 adik2nya kena campak dan flu, Alif sehat sehat saja.

Pada tgl 9 November'05 Alif disunat di dr Ariono (ngikut jejak Ikhsannya Bu Ita). Alif sendiri yang ngotot minta disunat setelah Lebaran, dan minta gitar sebagai hadiahnya. Perkembangan Alif sangat membanggakan, baik edukasi, sosialisasi, komunikasi, dan perilaku.

Sewaktu acara Isra Mi'raj di Lazuardi, Alif mengikuti lomba pidato dan berhasil menjadi juara 1. Pada saat pengumuman pemenang, Alif diminta tampil lagi berpidato di depan seluruh murid & guru SD & SMP Lazuardi. Adiknya Alif (Ifi) yg juga bersekolah di Lazuardi (kls 2), cerita ke saya "Bunda, kakak Alif hebat deh, pidatonya bagus..gayanya juga keren" Alif menimpali "pidatoku kayak Bung Karno Bun...".

Alif juga hobby musik, les drum di Purwacaraka, dan setelah sunat dibelikan gitar karena diapun minat belajar gitar.

Gurunya bilang : "kalau game tebak lagu, pasti diborong Alif, dari mulai lagu Peterpan, Jamrud, Gigi, Koes Plus, lagu2 baru di MTV, sampai lagu Oma Irama.....Alif pasti tau".

Alif juga pencinta bola, ikut ekskul bola di sekolah, dan tidak pernah absen nonton pertandingan bola. Alif rajin sholat , jika Ayah tidak ada di rumah maka Alif yang jadi imam sholat untuk Bunda & adik2nya. Setiap Subuh, dia membangunkanku untuk sholat. Dia nyalakan lampu kamar, matikan AC dan buka pintu, supaya aku tidak berlama lama di bawah selimut. 

Ketika dia melakukan kesalahan, dan Bundanya cemberut, dia pasti langsung memelukku "Ibun..(panggilan sayangnya untuk Bunda)", dan kalau aku diam saja dia akan bilang "Ibun cantik, sayangku...cintaku...maafin aku dong Bun". Biasanya saya luluh juga dan memeluk dia, menggelitik lehernya, sampai dia tertawa kegelian.

HARI HARI TERAKHIR ALIF
Semuanya terus berjalan seperti biasanya, tapi bedanya setelah disunat Alif sangat manja sama Bundanya, maunya dipeluk2, duduk dipangkuan, sambil cium2 dan bilang "I love you Ibun..." Hari Kamis (15/12/05) ada acara ke Sea World dengan teman2 & guru2 Lazuardi, disana Alif ikut game dan terlihat happy banget (saya lihat difoto2nya, gaya Alif sangat ceria). Kamis sore itu, setelah saya pulang kerja, Alif bilang :"Bun, aku pusing, malam ini gak usah belajar ya..."

Seminggu menjelang EHB tgl 19/12/05, saya sudah menyiapkan soal-soal latihan yang harus dikerjakan anak2 setiap sore, dan malamnya kita review bersama-sama. Saya pegang lehernya, sedikit hangat, dan saya jawab "Ya udah, kakak (panggilan kami untuknya) istirahat aja, biar nanti
sehat waktu EHB".

Dan seperti malam2 sebelumnya, Alif kemudian mengajak saya tidur. Dia selalu menunggu saya, katanya : "kalau gak dipeluk Bunda, aku gak bisa tidur". Menurut mbaknya, Alif sudah dikasih Panadol Syrup. Besoknya, jumat (16/12/05) dia tanya : "Aku sekolah gak Bun?" Aku pegang kening dan lehernya, sudah tidak hangat.

Aku jawab :"Rasanya gimana Kak? Kalau sudah enakan bisa sekolah, tapi kalau masih pusing istirahat saja di rumah, biar nan ti fit untuk EHB".  Dan akhirnya diputuskan hari itu Alif belajar di rumah saja, karena katanya masih pusing. Dan sayapun pergi ke kantor seperti biasa. Siang saya sempet tlp ke rumah, katanya Alif males makan tapi akhirnya mau juga makan beberapa suap, dan Alif sempat muntah setelah makan. 

Saya tanya : "Apanya yang sakit Kak?"

Dia jawab :"Perutku sakit Bun.." Aku pikir masuk angin atau kecapekan kali sehabis dari Sea World. Malam itu sepulang dari kantor, saya liat Alif habis sholat Maghrib bersama Ayah & Adik2nya, terus tiduran di kamar bawah dan bilang "Malam ini aku mau tidur di kamar bawah saja dengan Ayah".

Bunda : "Tumben Kak gak mau tidur dengan Bunda. Ayahkan masih mandi, Bunda peluk dulu deh sampai kakak tidur".

Alif :"Aku mau istirahat aja sendirian, Bunda jaga adik2 aja". Saya tetap saja peluk Alif. Sampai 3x Alif mengatakan kalimat yang sama "Aku mau istirahat sendirian, Bunda jaga adik2 aja".

Sama sekali saya tidak menangkap firasat apa2. Akhirnya setelah menemani dia baca do'a sebelum tidur, saya cium dia dan membisikan "selamat malam sayang, mimpi indah ya...I love you"

Alif menjawab "I love you.." Ini memang sudah menjadi acara rutin sebelum tidur.

Sabtu (17/12/05 ) pagi, ketika saya keluar kamar, Alif sedang duduk nonton TV. 

Bunda : "Mau sarapan Kak? Bunda suapin ya"

Alif : "Aku makan sendiri aja, tapi gak mau nasi, mpek2 aja (tanpa kuah cuka tentunya)". Mpek2 lenjer memang kesukaan Alif.

Dia ngajak jalan ke Pondok Indah Mall, tapi katanya mau ke dokter dulu biar cepet sembuh. Akupun siap2 untuk mengantar dia ke dokter, lagi2 dia bilang : "Aku mau ke dokter sama Ayah, Bunda pergi dengan adik2 aja, nanti kita ketemu di Mall".

Pagi itu saya bawa adik2nya ke kantorku (ada acara sebentar), dan setelah itu bisa nyusul Alif & Ayah di PIM . Kita setuju mau jalan ke PIM 2, mengingat Alif sedang kurang nafsu makan, dan hobbynya makan Hoka Hoka Bento paket special 1 tanpa mayonaise dan tanpa udang gulung tepung (biasanya kalau makan ini, Alif jadi semangat makan dan habis 2 porsi).
Alif terus dibawa ke dokter di Hermina Depok, menurut dokter hanya gejala flu dan dikasih parasetamol untuk mengurangi pusingnya.

Siang itu Alif hanya makan sedikit, dan tidak lama kemudian muntah. Sempat pesan hot tea di Regal Cafe, Alif terus tiduran di kursi. Jam 4 sore pulang ke rumah. Dia minta dibelikan bakso, tetapi baru habis 2 bakso, dia muntah lagi. Dikasih Vometa syrup agar dia tidak mual.

Akhirnya tiduran sambil nonton bola di TV, masih berceloteh mengomentari permainan bola. Sejak jam 20.30 sesekali dia bilang dadanya sakit dan bilang "Aku gak bisa muntah lagi Bun".

Kita berpikir mungkin karena perutnya kosong dan dia mual, jadi dadanya terasa ketarik. Kemudian dia sempat buang air besar 2x di toilet, seperti biasa dia sudah bisa membersihkannya sendiri. Kita khawatir dehidrasi, jadi sering kita kasih minum air putih dan pocari sweat, namun Alif muntah. Tapi kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan, dia masih jalan bolak balik kamar mandi - tempat tidur. Ketika saya peluk2, dia bilang  "Bun, adik Rafi mau susu tuh...bikinin dong". Ketika terlihat agak lemes, kita putuskan bawa ke rumah sakit terdekat (Hermina), karena takut keburu dehidrasi. Waktu diajak ke rumah sakit, Alif mengangkat tangannya "Gendong aku Ayah..."  Sebelum digendong, sempat saya kasih minum dulu, sekitar 1/4 gelas dia habiskan. Alif diantar ayahnya ke rumah sakit sambil di gendong, saya nungguin adik2nya di rumah (Ifi 7 th dan Rafi 5 th) karena mereka tidak mau ditinggal.

Menurut ayahnya, sekitar 10 menit dari rumah, tiba2 nafas Alif terdengar seperti orang yang sedang mendengkur dan mulut Alif mengeluarkan busa. Setelah dipegang, dadanya berhenti berdetak. Ayah dengan panik terus nyupir ke Hermina Depok sambil satu tangan pegang2 dada Alif, sekitar 10 menit kemudian sampai RS langsung digendong ke UGD. Dokter sempat melakukan upaya, namun menurut dokter Alif sudah meninggal ketika sampai di RS. Menurut dokter UGD, Alif kemungkinan kena serangan jantung karena kuku jari tangan & kakinya, serta bibirnya biru. Saya sempat tanya apakah ada kemungkinan keracunan, karena dia sempat muntah. Tapi untuk mengetahui penyebab meninggalnya Alif, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut (otopsi). Saya gak tega kalau badan Alif harus ditusuk2 jarum dan disayat pisau bedah.

Akhirnya saya & suami pasrah dan membawa Alif pulang ke rumah. Kami menolak menggunakan ambulans, saya gendong dia di kursi belakang, dan suami saya nyupir. Saya ingin, untuk terak hir kalinya, menemani & memeluknya tidur di rumah. Wajah Alif seperti sedang tidur, tenang
sekali, dan bibirnya tersenyum. Malam itu, masih dengan baju tidur, bantal, dan selimutnya, Alif saya peluk sampai pagi. Ketika dimandikan paginya, saya lihat di bahu kiri dan punggungnya terlihat biru lebam. Walaupun dari setelah Subuh Alif sudah selesai dimandikan, namun saya masih menunggu teman2 & guru sekolahnya Alif datang. Alhamdulillah, sahabat2 & guru2nya banyak yang datang, dan jam 10.00 hari Minggu 18/12/05 ) Alif disemayamkan di Pemakaman Umum Kalimulya II Depok. Banyak yang mengantarkan Alif ke tempat peristirahatan terakhirnya (Satpam kompleks sempat menghitung iring2an mobil yang mengantar sebanyak 102 mobil). Alif-ku tersayang telah pergi dengan damai, ditemani dengan seluruh orang2 yang mencintainya. Selamat jalan sayang....Bunda sangat bangga sama Kakak yang dengan tenang dan berani menghadapi maut dengan senyuman. Bunda yakin, Allah pasti membukakan pintu surga untuk Kakak..... - Amin

HASIL RENUNGAN SETELAH ALIF TIADA
Hanya 1 kata yang bisa saya ucapkan pada Alif dan kepada Allah penciptanya, yaitu "TERIMA KASIH". Terima kasih atas waktu 8 tahun 9 bulan yang telah diberikan oleh-NYA. Dan selama itu, Alif sudah memberikan rasa yang TER untuk Bunda. Rasa bahagia yang TERamat sangat, ketika Alif lahir (karena saya mengalami keguguran 2x dan harus terapi hormon untuk mendapatkan Alif, serta bed rest total sepanjang kehamilan).

Rasa kagum yang TERamat sangat, ketika melihat Alif tumbuh dengan sehat dan lucu, setiap orang pasti akan mencubit pipinya yang menggemaskan dan Alif akan tertawa senang. Rasa kecewa, bingung, yang TERamat sangat ketika dokter memvonis Alif autis.

Rasa lelah yang TERamat sangat, dalam masa2 pencarian dokter, terapis,sekolah (ternyata lebih gampang mencari kerja dibanding mencari sekolah yang tepat untuk Alif), membuat target, evaluasi progress kemajuan, membuat menu, dsb.

Rasa syukur yang TERamat sangat ketika kemudian jerih payah dan kerja keras dalam penanganan Alif mulai membuahkan hasil dalam perkembangan perilaku, komunikasi, sosialisasi, dan edukasi.
Rasa bangga yang TERamat sangat ketika Alif 2 x mendapatkan Student of the Month di kelasnya, tampil di pentas pentas sekolah (menyanyi, bermain pianika), punya talenta musik yang luar biasa, juara 1 pidato, punya banyak sahabat, rajin sholat, ramah & perhatian sama semua orang .Teman, guru, satpam, orang tua murid yg rajin menunggu di sekolah, saudara, tetangga, penjaga warung dekat sekolah, sopir2, tukang mpek2, semua akan dia sapa kalau ketemu.

Rasa sedih yang TERamat dalam, ketika Alif harus pergi meninggalkan Bunda dengan tiba2.
Rasa menyesal yang TERamat sangat tidak bisa memberikan penanganan yang terbaik di saat2 akhirnya. Sayapun menjadi jauh lebih sabar setelah memiliki Alif yang special. Banyak hal yang telah Alif ajarkan kepada saya.. Terima kasih ya Kak......

APA KATA DOKTER ?
Dokter USG RS Hermina : Alif kemungkinan kena serangan jantung akut. Dokter ahli jantung anak Harapan Kita : kemungkinan Alif dehidrasi sehingga kekurangan elektrolit, sehingga jantungnya berhenti mendadak. Dokter ahli bedah jantung RS Gleneagles : kemungkinan Alif pernah kena virus Kawasaki

(Alif memang pernah panas tinggi ketika berumur 2 th dan 6 th) yang menyebabkan pembengkakan koroner, sehingga kurang sedikit cairan saja, bisa menyebabkan jantungnya berhenti seketika. Dokter anak di MMC : kemungkinan Alif kekurangan kalium, yang mempercepat berkurangnya elektrolit sehingga jantungnya berhenti mendadak.

Sabtu (24/12/05) jadwal Alif ke dr Melly Budiman, saya & suami datang untuk memberi tahu dr Melly dan mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bimbingan dr Melly kepada Alif selama ini.
Dr Melly terkejut, sambil berderai air mata dia bilang  "Alif tidak mungkin punya penyakit jantung, saya tau kondisi Alif "

Beliau sangat menyayangkan karena anak penyandang autis yang perkembangannya bagus seperti Alif, jumlahnya kurang dari 10%, beliau juga ingat ketika terakhir ketemu, Alif cerita dengan bangga telah jadi juara 1 pidato.

Anak Autis juara pidato, dengan penghayatan, mimik, gerak tubuh, dan artikulasi yang bagus, disaksikan lebih dari 800 orang, menurut dr Melly waktu itu ..."Very Amazing"..

Beberapa tanda tanya yg tersisa : Alif Dehidrasi ? Saya pernah kena dehidrasi, kulit sampai keriput dan tidak sanggup berdiri karena pusing sekali. Malam itu Alif masih bisa jalan kesana kemari dan kulitnya segar seperti biasa, matanyapun seperti biasa (tidak cekung / sayu). Alif kekurangan Kalium ? Bukankah hasil test rambut menyatakan Alif harus mengurangi Kalium sehingga kita terpaksa stop pisang kesukaannya.

Alif punya masalah jantung ? Bukankah tgl 9 November dokter Ariono & dokter anestesi melakukan pemeriksaan awal sehingga mereka berani melakukan bius total pada Alif, dan memang Alhamdulillah berhasil dengan baik.

By the way, saya percaya semua pihak (termasuk para dokter2 tsb) sudah memberikan the best effort & knowledgenya untuk Alif. Mungkin Alif lebih memilih cara seperti ini, dibandingkan kalau sebelumnya diketahui ada kelainan jantung, dia akan dioperasi, merasakan sakit yang
berkepanjangan, kegiatannya dibatasi, dsb...dsb...

UJIAN BERIKUTNYA
Teka teki penyebab meninggalnya Alif, mendorong saya untuk membawa adik2nya untuk check jantung ke Harapan Kita pada hari Kamis (22/12/05). Hasilnya ? Ternyata Ifi (adiknya Alif yg berumur 7 th 2 bl), sekat serambi jantungnya bocor sebesar 9.8mm, yang dalam istilah kedokteran disebut ASD sekundum.

Tersengat petir yang ke 2 membuat saya limbung, namun saya berusaha tetap tersenyum di depan anak2, terutama Ifi. Saya lakukan cross check ke dr ahli jantung di RS Gleneagles pada hari Jumat (23/12/05), hasilnya sama.

Ternyata ini maksud Alif memberikan teka teki penyebab meninggalnya, agar Bunda memeriksakan adik Ifi dan adik Rafi ke dokter. Alif ingin mengatakan bahwa adik Ifi mempunyai masalah di jantungnya. Seperti pesan terakhirnya : "Aku mau istirahat sendirian, Bunda jaga adik2 aja".

Aduh Kakak....terima kasih...., Kakak sangat baik sekali, di saat akhirpun masih memikirkan adik2. Barangkali, selama 2 hari terakhir Alif seperti sengaja menjauh dari Bunda, juga mungkin ada maksudnya. Saat ini, saya sedang mencari informasi sebanyak mungkin tentang case Ifi, hari Rabu besok janjian kete mu dengan dr Sukman (RSCM) yang katanya sudah pengalaman menangani kebocoran jantung dengan teknologi ASO yang tanpa bedah.
Dari beberapa informasi, symptom2 ASD biasanya tidak terlihat, namun jika gejala2nya sudah muncul biasanya sudah terlambat.

Mohon doanya dari rekan rekan agar saya & keluarga berhasil melewati cobaan ini. Dan jika ada yang mempunyai informasi apapun terkait dengan ASD, mohon kiranya dapat di share ke Japri saya. Maaf tulisannya agak panjang....nulisnya berurai air mata, tapi rasanya ada agak plong setelah bisa cerita panjang lebar kepada rekan rekan semua. Saya berharap ada hikmah yang bisa diambil dari meninggalnya Alif. Yang pasti, bersyukurlah kita semua telah dianugerahi anak special, yang telah mengajarkan banyak hal agar kita menjadi lebih baik.  Barangkali kalau Allah tidak menitipkan Alif pada saya selama 8 tahun 9 bulan, saya tetap emosional, egois, tidak sabaran, tidak sering ber"komunikasi" kepada Allah, tidak ber emphaty pada kekurangan orang lain, dll.

Sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan mohon doanya.

Nicke (Bundanya Alif)

December 28, 2005

Petruk Know and Ratu Understand


Pernah dengar cerita petruk jadi ratu ??..
Kalo pernah, berarti tahu dong gimana hasilnya negara saat petruk memimpin ???
Lha itu sekarang terjadi di Indonesia...saat petruk-petruk bertebaran di bumi Indonesia tercinta ini menjadi ratu-ratu di kadipaten-kadipaten maupun songgosuloyo.....ihik...ihik.....(songgosuloyo=BUMN..:p)

tapi sudahlah..
memang itu sudah terjadi mau diapakan lagi...
berarti saat ini bagi yang merasa bukan petruk wajib bersiap sedia menggantikan para petruk itu untuk suatu saat menjadi ratu....yach..minimal 2 generasi lagilah....

Tapi yang ingin diungkapkan disini bukanlah soal negaranya...
tapi petruknya.
sang waton suloyo sejati..
tau waton suloyo khan ??seenak udel dia sendiri...
perintah sana-perintah sini...petruk memang serba tahu.
Makanya dia selalu berani kasih perintah saat jadi ratu.

Sayangnya otak petruk yang serba tahu itu buka syarat jadi Ratu....
Ratu itu selain harus Know, juga harus Understand. Tidak cukup hanya Know saja...

Ibaratnya begini...
Tangan Petruk kena tele' ayam..Dia tahu itu bau...tapi tetep aja dicium untuk memastikan bahwa itu bau...:)...hwakaradahhhhh......

Dasar Petruk....
Orang pintar kemaken yo ngono kuwi......
waton suloyo sa dunyo...sa jagat.....
*****
Untungnya Dunia terselamatkan saat petruk turun tahta...
sehingga tidak terjadi kehancuran lebih besar lagi...
Tetapi petruk turun tahta pun juga dengan khimat...
Petruk dikembalikan ke posisinya semula sebagai penghibur...
karena kadang penghibur adalah orang-orang yang Know tetapi tidak harus Understand...:))

Salam Tabik

Jarod
CakrawalaDiSisiku

December 27, 2005

Ketika GusMus "bertanya" pada Hadlratussyeikh

Ketika Gus Dur menulis wawancara imajiner tentang Dr. Nurcholish Madjid di majalah Editor, dia memulai dengan ungkapan guyon cerdasnya: “Kalau dulu Christianto Wibisono mewawancarai Bung Karno secara imajiner, tidak berarti hak melakukan wawancara jenis itu menjadi monopolinya.

Seandainya ia bisa menunjukkan hak paten tertulis sekalipun, baik dari lembaga domestik ataupun internasional, saya tetap saja dapat melakukan wawancara imajiner tentang Dr. Nurcholish Madjid. Sebabnya? Karena Christianto menjadikan tokoh yang diwawancarai itu sumber berita. Sedang saya justru mencari sumber itu di luar si tokoh.”Ungkapan yang sama bisa saya kemukakan sekarang ini untuk mengawali tulisan latah saya ini.

Seandainya Christianto maupun Gus Dur bisa menunjukkan hak paten tertulis sekalipun, baik dari lembaga domestik ataupun internasional, saya tetap saja dapat melakukan wawancara imajiner dengan Hadlratussyeikh. Sebabnya? Karena Christianto menjadikan tokoh yang diwawancarai itu sumber berita dan Gus Dur mencari sumber itu di luar si tokoh. Sedang saya hanya sekedar ingin “berkangen-kangenan” secara imajiner dengan tokoh saya. Ungkapan saya berkangen-kangenan mungkin kurang tepat, meskipun sekedar imajiner; karenanya saya beri tanda kutip. Soalnya yang kangen hanya saya dan saya tidak menangi tokoh yang saya kangeni itu. Dari apa yang saya dengar tentang Hadlratussyeikh dan rekaman-rekaman buah pikiran beliau yang berhasil saya kumpulkan sampai saat ini, saya memperoleh gambaran yang demikian jelas mengenai Bapak NU ini; sehingga saya merasa seolah-olah saya menangi beliau.

Dan ketika saya, baru-baru ini, dihadiahi Kiai Muchit Muzadi copi kitab susunan Sayyid Muhammad Asad Syihab (cetakan Bairut) berjudul “Al’allaamah Muhammad Hasyim Asy’ari Waadli’u Labinati Istiqlaali Indonesia” (Mahakiai Muhammad Hasyim Asy’ari Peletak Batu Pertama Kemerdekaan Indonesia) dan dua kopi khotbah Hadlratussyeikh, kangen saya pun menjadi-jadi. Keinginan untuk melakukan wawancara imajiner dengan beliau pun tak bisa saya empet.

Tiba-tiba saja saya sudah berada dalam majlis yang luar biasa itu. Suatu halaqah raksasa yang menebarkan wibawa bukan main mendebarkan. Kalau saja tidak karena senyum-senyum lembut yang memancar dari wajah-wajah jernih sekalian yang hadir, niscaya tak akan tahan saya duduk di majlis ini.

Mereka yang duduk berhalaqah dengan anggun di sekeliling saya itu tampak bagaikan sekelompok gunung yang memberikan rasa teduh dan damai. Sehingga rasa ngeri dan gelisah saya berkurang karenanya.

Begitu banyak wajah –ratusan atau bahkan ribuan- memancarkan cahaya, menyinari majlis. Ada yang sudah saya kenal secara langsung atau melalui foto dan cerita-cerita, ada yang sebelumnya hanya saya kenal namanya, dan masih banyak lagi yang namanya pun tak saya ketahui. Itu tentu Kiai Abdul Wahab Hasbullah! Wajahnya yang kecil masih tetap berseri-seri menyembunyikan kekuatan yang tak terhingga.

Duduk di sampingnya, Kiai Bishri Syansuri, Kiai Raden Asnawi Kudus, Kiai Nawawi Pasuruan, Kiai Ridwan Semarang, Kiai Maksum Lasem, Kiai Nahrowi Malang, Kiai Ndoro Munthah Bangkalan, Kiai Abdul Hamid Faqih Gresik, Kiai Abdul Halim Cirebon, Kiai Ridwan Abdullah, Kiai Mas Alwi, dan Kiai Abdullah Ubaid dari Surabaya. Yang pakai torbus tinggi itu tentu Syeikh Ahmad Ghanaim Al-Misri dan yang di sampingnya itu Syeikh Abdul ‘Alim Ash-Shiddiqi. O, itu Kiai Saleh Darat, Kiai Subeki Parakan, Kiai Abbas Buntet, Kiai Ma’ruf Kediri, Kiai Baidlowi Lasem, Kiai Dalhar Magelang, Kiai Amir Pekalongan, Kiai Mandur Temanggung.

Yang asyik berbisik-bisik itu pastilah Kiai Abdul Wahid Hasyim dan Kiai Machfudz Shiddiq, Kiai Dahlan dan Kiai Ilyas. Saya melihat juga Kiai Sulaiman Kurdi Kalimantan, Sayyid Abdullah Gathmyr Palembang, Sayyid Ahmad Al-Habsyi Bogor, Kiai Djunaidi dan Kiai Marzuki Jakarta, Kiai Raden Adnan dan Kiai Masyhud Sala, Kiai Mustain Tuban, Kiai Hambali dan Kiai Abdul Jalil Kudus, Kiai Yasin Banten, Kiai Manab kediri, Kiai Munawir Jogja, Kiai Dimyati Termas, Kiai Cholil Lasem, Kiai Cholil Rembang, Kiai Saleh Tayu, Kiai Machfud Sedan, Kiai Zuhdi Pekalongan, Kiai Maksum Seblak, Kiai Abubakar Palembang, Kiai Dimyati Pemalang, Kiai Fakihuddin Sekarputih, Kiai Abdul Latief Cibeber, Haji Hasan Gipo, Haji Raden Mochtar Banyumas, Kiai Said dan Kiai Anwar Surabaya, Kiai Muhammadun Kajen, Kiai Muhammadun Pondohan, Kiai Siradj Payaman, Kiai Chudlari Tegalrejo, Kiai Abdul Hamid Pasuruan, Kiai Badruddin Honggowongso Salatiga, Kiai Machrus Ali Lirboyo, Kiai, Kiai …

Dan di tengah-tengah lautan Kiai dan tokoh NU itu Hadlratussyeikh bersila dengan agung, dengan wajah sareh yang senantiasa tersenyum. Namun, betapa pun jernih wajah-wajah mereka, saya masih melihat sebersit keprihatinan yang getir. Karenanya pertanyaan pertama yang saya ajukan –setelah berhasil mengatasi rasa rendah diri yang luar biasa- adalah: Hadlratussyeikh, saya lihat Hadlratussyeikh dan sekalian masyayeikh yang ada di sini begitu murung. Bahkan di kedua mata Hadlratussyeikh yang teduh, saya melihat airmata yang menggenang. Apakah dalam keadaan yang damai dan bahagia begini, masih ada sesuatu yang membuat Hadlratussyeikh dan sekalian masyayeikh berprihatin? Apakah gerangan yang diprihatinkan?”

Hampir serempak, Hadlratussyeikh dan sekalian masyayeikh tersenyum. Senyum yang sulit saya ketahui maknanya. Tampak Kiai Abdul Wahab Hasbullah sudah akan menjawab pertanyaan saya, tapi buru-buru Hadlratussyeikh memberi isyarat dengan lembut. Ditatapnya saya dengan senyum yang masih tersungging, seolah-olah beliau hendak membantu mengikis kegelisahan saya akibat wibawa yang mengepung dari segala jurusan. Baru kemudian beliau berkata dengan suara lunak namun jelas: “Cucuku, kau benar. Kami semua di sini, Alhamdulillah hidup dalam keadaan damai dan bahagia. Seperti yang kau lihat, kami tak kurang suatu apa. Kalaupun ada yang memprihatinkan kami, itu justru keadaan kalian. Kami selalu mengikuti terus apa yang kamu lakukan dengan dan dalam jam’iyah yang dulu kami dirikan. Kami sebenarnya berharap, setelah kami, jam’iyah ini akan semakin kompak dan kokoh. Semakin berkembang. Semakin bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa. Semakin mendekati cita-citanya. Untuk itu kami telah meninggali bekal yang cukup. Ilmu yang lumayan, garis yang jelas dan tuntunan yang gamblang.”

“Jam’iyah ini dulu kami dirikan untuk mempersatukan ulama Ahlussunnah Wal Jama’ah dan para pengikutnya; tidak saja dalam rangka memelihara, melestarikan, mengembangkan, dan mengamalkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, tapi juga bagi khidmah kepada bangsa, negara dan umat manusia.”

“Sebenarnya kami sudah bersyukur bahwa khitthah kami telah berhasil dirumuskan secara jelas dan rinci; sehingga generasi yang datang belakangan tidak kehilangan jejak para pendahulunya. Sehingga langkah-langkah perjuangan semakin mantap. Tapi kenapa rumusan itu tidak dipelajari dan dihayati secara cermat untuk diamalkan? Kenapa kemudian malah banyak warga Jam’iyah yang kaget, bahkan seperti lepas kendali? Satu dengan yang lain saling bertengkar dan saling cerca. Tidak cukup sekedar berbeda pendapat (ikhtilaaf), tapi sudah ada yang saling membenci (tabaaghudl), saling mendengki (tahaasud), saling ungkur-ungkuran (tadaabur), bahkan saling memutuskan hubungan (taqaathu’). Padahal mereka, satu dengan yang lain, bersaudara. Sebangsa. Setanahair. Seagama. Seahlissunnahwaljama’ah. Sejam’iyah.”

Laa haula walaa quwwata illa billah…” gumam semua yang hadir serempak, membuat tunduk saya semakin dalam. Dan saya merasakan berpasang-pasang mata menghunjam ke diri saya bagai pisau-pisau yang panas. Sementara Hadlratussyeikh melanjutkan masih dalam nada yang sareh, penuh kebapakan: Yang pada bertikai itu; sebenarnya masing-masing sedang membela kemuliaan apa? Mempertahankan prinsip Islami apa? Sehingga begitu ringan mereka mengorbankan persaudaraan yang agung?”

“Sejak awal saya sudah memperingatkan, baik dalam mukaddimah Al-Qaanun Al-Asasi maupun di banyak kesempatan yang lain, akan bahayanya perpecahan dan pentingnya menjaga persatuan. Dengan perpecahan tak ada sesuatu yang bisa dilakukan dengan baik. Sebaliknya dengan persatuan, tantangan yang bagaimana pun beratnya, Insya Allah, akan dapat diatasi.”

“Perbedaan pendapat mungkin dapat meluaskan wawasan, tapi tabaaghuudl, tahaasud, tadaabur dan taqaathu’ –apapun alasannya- hanya membuahkan kerugian yang besar dan dilarang oleh agama kita.” “Kalau di dalam organisasi, tabaaghudl, tahaasud, tadaabur dan taqaathu’ itu merupakan malapetaka; maka apa pula namanya jika itu terjadi dalam tubuh organisasi ulama dan para pengikutnya?”

Hadlratussyeikh menarik napas panjang, diikuti secara serentak oleh ribuan gunung kiai. Suatu tarikan napas yang disusul gemuruh dzikir dalam nada keluhan:Laa haula walaa quwwata illa billah…

Saya sedang mengumpulkan keberanian untuk mengatakan kepada Hadlratussyeikh bahwa warga jam’iyah baik-baik saja –kalaupun ada sedikit ketegangan itu wajar, kini sudah membaik- tak ada yang perlu diprihatinkan, ketika tiba-tiba beliau berkata:

“Kau tidak perlu menutup-nutupi keadaan yang sebenarnya. Kami tahu semua. Mungkin keadaan yang sebenarnya tidak separah yang tampak oleh kami, namun yang tampak itu saja sudah cukup membuat kami prihatin. Kami ingin khidmah dan yang dilakukan jam’iyah ini sebanding dengan kebesarannya,”

“Lalu apa nasehat Hadlratussyeikh?” Pertanyaan ini meluncur begitu saja tanpa saya sadari. “Nasehatku; lebih mendekatlah kepada Allah. Bacalah lagi lebih cermat Mukaddimah Al-Qaanuun Al Asasi dan Khitthah Jam’iyah. Fahami dan hayati maknanya, lalu amalkan! Dan waspadalah terhadap provokasi kepentingan sesaat ! Itu saja!”

Mendengar nasehat singkat itu, tanpa saya sadari, saya melayangkan pandangan ke wajah-wajah jernih berwibawa di sekeliling saya. Semuanya mengangguk lembut seolah-olah meyakinkan saya bahwa nasehat Hadlratussyeikh itu tidaklah sesederhana yang saya duga.

“Dan belajarlah berbeda pendapat!” seru sebuah suara yang ternyata suara Kiai Abdul Wahid Hasyim. “Berbeda pendapat dengan saudara adalah wajar. Yang tidak wajar dan sangat kekanak-kanakan adalah jika perbedaan pendapat menyebabkan permusuhan di antara sesama saudara.” Sekali lagi semuanya mengangguk-angguk lembut.

Saya tidak bisa dan tidak ingin lagi meneruskan wawancara. Saya hanya menunggu. Ingin lebih banyak lagi mendengar nasehat. Tapi yang saya dengar kemudian adalah ayat Al-Quran yang dibaca dengan khusyuk oleh –masya Allah!- Kiai Abdul Wahab Hasbullah: “Washbir nafsaka ma’alladziena yad’uuna Rabbahum bilghadaati wal ‘asyiyyi yurieduuna wajhaHu walaa ta’du ‘ainaaka ‘anhum turiedu zienatal-hayaatid-dunya walaa tuthi’ man aghfalNaa qalbahu ‘an dzikriNaa wattaba’a hawaahu wakaana amruhu furuthaa.” (“Dan bersabarlah kamu bersama orang-orang yang menyeru Tuhan mereka di pagi dan petang hari mengharapkan keridhaanNya dan jangan palingkan kedua matamu dari mereka karena mengharapkan gemerlap kehidupan dunia ini dan jangan ikuti orang yang hatinya telah Kamilailakan dari mengingat Kami dan menuruti hawa nafsunya serta adalah keadaannya melampaui batas.”)

Dan dengan berakhirnya bacaan ayat 28 Al-Kahfi itu, saya tak mendengar apa-apa lagi kecuali dzikir dan dzikir yang gemuruhnya serasa hendak mengoyak langit.

December 19, 2005

Bapakku sudah tua

Bapak yang kusayangi,

bapak sudah tua...
hitam rambut bapak sudah berubah putih..
lengan bapak sudah dimakan kerut-kerut tua....

Bapak yang kucintai,

tak kuat hati ini menahan sedih
tak kuat hati ini menahan tangis
tak kuat hati ini menahan pilu...

istirahatlah pak..sejenak...
berliburlah dari duniawimu....
tengoklah cucu-cucumu....
kami menunggumu...

Bapak yang kukasihi,

hati ini lelah menunggu bapak pulang...
menengok diriku...
menengok ibu...
menengok saudara-saudaraku...
walau sejenak...

Bapak....

keringatmu adalah wewangian bagiku..
airmatamu adalah tangis bahagiaku
lelahmu adalah kekuatanku...
tertawamu adalah tangis bagiku...

Jika sampai waktunya....

bagiku...

antar aku ke rumah terakhir jasadku...

bagimu....

kudoakan untukmu sepanjang waktu
sampai hayat mengambil jasadku....

untuk kita sekeluarga disisi Tuhan YME

Amin....

Bu....Maafkan anakmu ini

Ibuku yang baik ...

maafkan anakmu ini..
yang tahu malu...
tak pernah menengokmu..
tak pernah menelponmu
tak pernah menyapamu...
walau 1 menit saja...

Ibuku yang melahirkan ku....

maafkan anakmu ini...
tak pernah tersenyum padamu
tak pernah mengecup tanganmu
tak pernah disampingmu saat sedihmu

Ibuku yang kusayangi....

maafkan anakmu ini...
tak pernah memberimu sesuatu
tak pernah mengucapkan ulang tahun
tak pernah berbicara halus padamu...

ibuku....
maafkan anakmu .....
yang sedang menunggu kematian ini...
relakan aku atas dosa-dosaku
agar tenang hatiku menjemput matiku ini....

Pemimpin/Jabatan/Kepemimpinan menurut GusMus dan Saya

1. Jabatan dan kekuasaan menurut saya adalah AMANAT dan TANGGUNG JAWAB.

2. Kepemimpinan bagi saya adalah PELAYANAN dan KETELADANAN

3. Pemimpin yang baik adalah yang MEMIMPIN bukan DIPIMPIN

GusMus

Menurut saya

1. Jabatan adalah Sidratul Muntaha...jembatan keSurga
Jika lolos mendapatkan surga
2. Kepemimpinan yang baik adalah Keikhlasan...
Jika bisa memimpin maka ridho dan ikhlas yang kita dapat dari orang yang dipimpin
3. Pemimpin yang baik adalah Iblis...
Jika kita merasa menjadi pemimpin maka kita iblis....

December 12, 2005

Ketika Indon ketiban sial

Grrrrrrrrr.....seperti cicak didinding....dapet..ngga...dapet...ngga...dapet...ngga...
Udah berminggu-minggu saya berharap sesuatu yang ngga jelas juntrungannya....emang dasar indon....^&^%&^$%...bego...gampang dikibulin....begitu umpatan yang keluar dari dalam lubuk hati....

begini sejarahnya kenapa orang indon ini begitu gundah

email 1 :
-----Original Message-----
From:
P**** G**** [mailto:**********@yahoo.com]
Sent: 30 Oktober 2005 0:01
To: Jarod Dwi Harto
Subject: RE: Need Partner Company 3 Web Sites A Week Off-Shored Development To Indonesia


Jarod,

Good to meet you.  The first prototype web site where
I need a mock up is http://***paint.com .  This comes
from our sales source and it is a us painting company
where the site they have is terrible and our sales guy
is going to sell them the idea for the mock-up.  Can
you give me an example few pages of what you would do
to this bogpaint.com site; if it is good and can be
presented w/o many corrections we'll pay $200 for the
prototype this will be a start and there will be more.
Please make it good and professional.  You'll see the
one they have is not good.  Then we'll get back to you
to if bigpaint.com sells and you'll need to finish it
off and we'll pay you for that too.  Does that sound reasonable?  Can we do this in the next few days?  I'm behind in getting back to them on doing these small sites.

Regards.

Perry

* * *

P**** ****
VP Engineering
******@****.har****.edu
http://harvard****.com
http://harvard****.org



Berbunga-bunga khan hati lo terima ini...otomatis gw kerjain dong selama seminggu....dan inilah jawabannya...

email 2 :
From: P**** G**** [mailto:**********@yahoo.com]
Sent: 04 Nopember 2005 12:05
To: JarOD
Cc: Jarod Dwi Harto
Subject: Re: mock up design and 3 alternative design


Excellent Jarod.  Let me see what the Sales guy Mark
has to say and get back to you.  Thank you for getting
this started.

Regards.

P****

--- JarOD <jarod_hj_harto@yahoo.com> wrote:

> Hi
>
> If you have any further question regarding to the
> mock
> up design and alternative designs don't hesitate to
> contact me from my mobile number.
>
>
> Regards,
>
> Jarod
>
> Mobile # : +62812-8159248
> Mobile # : +6221-70657395
>


Dan...setelah sebulan lebih...inilah hasilnya...&*^*($^*$(*$^

email 3 :

From: P**** G**** [mailto:**********@yahoo.com]
Sent: 02 Desember 2005 22:35
To: JarOD
Cc: Jarod Dwi Harto
Subject: Re: [Payment] Mock up Design and 3 Alternative Design


So looks like next Mon. Jarod is it.  I'm setting this
up as a biz so we have to get the money flowing from
the source for this to work.  Sounds like Mon. and we
have the go and will proceed.  Immediately when I get
the check I'll get it to you.  The following is what
Mark sent to me yesterday.

Perry

"Sorry P*****,

I'm near the end of the campaign and ridiculously busy
right now. I
still
need to meet with the business owner. I'll be ready to
devote the time
required to this after the start of the new campaign.
Let's shoot for
12/1205 to finalize everything...

Sincerely,

M****"

--- JarOD <jarod_hj_harto@yahoo.com> wrote:

> OK,
> thanks for your reply.
>
> Could you send me the money by this week ?
> So i can make sure that you are very serious working
> with me.
>
>
> Rgds,
>
> jarod

Makanya...hati-hati bisnis dengan bule kaga jelas.....

tapi dalem hati sih tetep berharap gw tetep dibayar...

December 08, 2005

detikHot - Eminem Kembali ke Pelukan Mantan Istri

Link: detikHot - Eminem Kembali ke Pelukan Mantan Istri.

Apa nda malu ya bocah ki....???
moso mbalek karo bojo lawas..koyo 'ra ene liane wae ??

yanglagibosenbacaberitaserius....

December 06, 2005

First Day Teaching

Hari ini temen baek gw mengajar pertama kalo di tempat kursus ditempatnya yang ndusun...:p.
jauh dari kota jakarta nan indah dan sejuk ini.

Gw heran dia bisa bertahan disana dan melepas semua fasilitas dan udara sejuk dijakarta ini.
Apa sih yang elo cari disanaaaa?????

jadi ngiri dah gw...